Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Kamis, 07 November 2013

C-Generation, Komunitas Anak Muda Berbasis IT

JAKARTA - Tren teknologi dan internet kini tengah semarak di Indonesia, terlebih untuk anak muda, dan C-Generation adalah komunitas sekaligus gerakan yang membawa anak muda menuju ke arah postif dengan konektivitas, kreativitas, dan kolaborasi.

Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-85, C-generation, membidik 50 ribu anak muda bergabung di tahap pertama kehadirannya. C-Generation terbentuk berdasar dari tren teknologi yang membuat setiap orang terkoneksi dengan internet dan ide-ide kreatif yang membludak di kaum muda.

Huruf C dari C-Generation berarti Creative, Collaboration, dan Character yang menjadi pegangan anak muda saat ini. Komunitas yang dibina oleh beberapa penggiat dan pemerhati masalah sosial ini menjadikan teknologi dan informatika sebagai landasan mereka. Demikian keterangan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (29/10/2013).

“Komunitas ini sebagai jawaban dari  perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang ternyata telah mengubah gaya hidup maupun perilaku anak muda. Kita ingin menjadikan Teknologi Informasi (TI) sebagai konektivitas tidak hanya konsumtif,” ungkap Suhono Harso Supangkat, pemerhati masalah sosial sekaligus pembina komunitas C-Generation.

Indonesia saat ini, lanjut Shono, sedang  menikmati 'Bonus Demografi', yaitu jumlah anak muda lebih banyak dibandingkan anak kecil maupun orang tua usia tak produktif. Demografi ini bisa memberikan dampak positif maupun negatif. Suhono mengatakan,  anak muda yang banyak terkoneksi dengan internet bisa mengubah budaya bangsa. Alhasil, pembentukan gerakan dan komunitas untuk membawa generasi muda menuju ke arah yang positif adalah hal yang mendesak dan dibutuhkan saat ini.

“Inilah alasan  lahirnya komunitas C-Generation yang akan memanfaatkan TI dengan mengedepankan unsur Creative, Collaboration, dan Character. Gaul tidak mesti amburadul,” tutup Suhono. (amr)

  
ANALISIS : Di zaman yang sudah canggih ini, yang sudah bebasis IT, komunitas anak muda berbasis IT ini sangatlah positif, karena sangatlah penting untuk bisa menggunakan teknologi yang ada pada saat ini, di komunitas ini kita bisa saling belajar tentang Tekonologi Informasi, dan juga komunitas ini bisa mengubah dampak internet yang negatif, menuju ke arah yang positif. Apalagi anak muda Indonesia kini, banyak yang aktif dalam media internet, khususnya di social media, dari sisi inilah komunitas ini mencoba untuk merubah menjadi yang lebih positif

SUMBER : http://techno.okezone.com/read/2013/10/29/429/888717/c-generation-komunitas-anak-muda-berbasis-it

Melihat Canggihnya Kamera Ultrapixel HTC One

HTC telah mengambil keputusan besar dengan mempertaruhkan nama besarnya di jagat smartphone lewat seri Android terbarunya bernama HTC One. Tak tanggung-tanggung, ponsel ini membawa segudang teknologi canggih, salah satunya adalah Ultrapixel. Teknologi ultrapixel diklaim mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi. Tak hanya itu, HTC One juga dibekali teknologi audio yang mumpuni, yakni HTC BoomSound.

Salah satu keunggulan dari HTC One adalah kehadiran kamera Ultrapixel. Berbeda dengan sensor kamera 13 megapiksel milik ponsel lainnya yang menggunakan sebuah sensor tunggal 13,1 megapiksel, HTC One dengan teknologi ultrapixel ini menggunakan empat buah sensor 4,3 megapiksel untuk mengambil sebuah gambar.

HTC mengungkapkan, teknologi ultrapixel ini akan menghasilkan sebuah foto melalui empat lapisan sensor 4,3 megapiksel yang digabung menjadi satu dan akan menghasilkan foto yang lebih tajam dan representasi yang lebih akurat dibanding teknologi konvensional.
Meski secara umum HTC One hanya menggunakan sensor 4 megapiksel, tapi jumlah piksel yang dihasilkan dapat meningkat hingga 313 persen, bahkan lebih banyak dari jumlah piksel yang dihasilkan kamera digital seperti Samsung Galaxy Camera atau Canon S100. Hal ini disebabkan dari cara kerja teknologi ultrapixel yang meningkatkan njumlah data untuk setiap piksel yang membentuk frame atau hasil foto akhir yang luar biasa.

Tak hanya itu, HTC One juga didukung oleh sensor BSI dan ImageChip 2 yang memiliki kemampuan post-processing untuk mengurangi efek ghosting dan noise saat digunakan untuk memotret maupun merekam video HD 1080p. HTC One juga dilengkapi teknologi HTC Zoe yang memungkinkan pengguna untuk merekam video dan mengambil foto secara bersamaan.
Teknologi lain yang juga hadir di HTC One adalah hadirnya BoomSound di sektor audio. Teknologi BoomSound hadir dalam speaker stereo yang menghadap kedepan di smartphone HTC One. BoomSound menghadirkan amplifier khusus untuk menghadirkan suara yang lantang, bahkan HTC mengklaim suara yang dihasilkan BoomSound ini empat kali lebih lantang dibanding suara yang dihasilkan smartphone lain.
Seperti yang dilansir dari Slashgear (19/12/2013), sesuai dengan janji HTC beberapa waktu lalu untuk menghadirkan terobosan di teknologi kamera dan suara melalui teknologi ultrapixel dan BoomSound yang dipadukan dengan Beats Audio.


ANALISIS : Biasanya kita melihat ukurang kamera dari megapixel, salah satu perusahaan terkenal HTC, menemukan teknologi baru, yaitu Ultrapixel. Pada teknologi Ultrapixel, kemampuan kamera bukan dari tingginya resolusi kuantitas skala Mega Pixel (jumlah piksel) melainkan ukuran piksel. HTC menawarkan sensor baru yang bisa meningkatkan prosentase kualitas jumlah piksel untuk menangkap cahaya 300% lebih banyak (2 mikro meter, kamera biasa 1,3 mikro meter).  Artinya, teknologi Ultrapixel di kamera HTC One mampu memperbesar penangkapan jumlah piksel agar bisa merekam lebih banyak cahaya dan data. Foto-foto akan menampilkan nuansa lebih terang (meski kondisi cahaya objek sangat minim) dan warna secara akurat, menurut saya ini adalah teknologi kamera terbaik di smartphone


Teknologi BPPT untuk Antisipasi Banjir Jakarta

JAKARTA - Musim penghujan mulai dirasakan disebagian wilayah Indonesia. Jakarta yang menjadi salah satu kota langganan banjir, bersiap menghadapi tamu tak diundang itu. Nah, untuk mengantisipasi itu,  salah satunya dengan memanfaatkan alat pemindah hujan buatan yang dimiliki Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Langkah ini merupakan bagian dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Adapun pengertian dari TMC itu sendiri adalah serangkaian upaya manusia melakukan sejumlah intervensi terhadap proses yang terjadi di dalam awan atau lingkungan sekitarnya.

Kepala Bidang Pengkajian Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan (BPPT), Tri Handoko Seto menjelaskan bahwa teknologi ini efektif untuk mengurangi risiko terjadinya banjir besar di wilayah Jabodetabek.

Pertama, awan-awan yang berpotensi menghasilkan hujan akan dihujankan terlebih dahulu sebelum memasuki wilayah Jabodetabek menggunakan pesawat. Kedua, awan yang sudah ada di atas wilayah Jabodetabek, yang ‘dimandulkan’ terlebih dahulu. Sehingga, pertumbuhan untuk menghasilkan hujannya lama dan kita dorong awan itu ke luar Jakarta.

 “Alat yang digunakan untuk ‘memandulkan’ partikel-partikel dalam awan tersebut dinamakan sebagai Ground Base Generator (GBG). Sesuai dengan titelnya, alat itu diletakkan di atas lahan tanah,” jelas Seto kepada Okezone, Selasa (29/10/2013).

“Saat ini, kami sudah memasang GBG permanen di lima titik kawasan puncak. Selanjutnya, kami akan menyebar luaskan GBG di 25 titik lainnya sepanjang jalur selatan ke utara jika sudah mendekati masa-masa penghujan yaitu sekitar Desember 2013-Maret 2014,” lanjut Seto.

Diakuinya, ide tentang alat pemindah hujan sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, baru benar-benar terealisasi pada saat pesta olahraga SEA GAMES di Palembang 2011. Nah, keberhasilan menjadi ‘pawang hujan’ pada gelaran SEA GAMES itu lah menjadi pembangkit kepercayaan diri BPPT untuk menerapkannya di Jabodetabek.

Meski saat ini alat pemindah hujan itu belum diaktifkan, namun BPPT dan Pemda DKI Jakarta telah sepakat menyisihkan anggaran sebesar RP28 miliar untuk melindungi Jabodetabek dari curahan hujan berlebih yang berpotensi membawa banjir besar. (amr)

ANALISIS : Menurut saya, teknologi ini sangat bermanfaat, khususnya untuk Ibu Kota Jakarta yang sudah tak asing lagi dengan banjir, dengan adanya teknologi ini, memungkinkan untuk mengurangi terjadinya banjir di ibu kota, diharapkan teknologi ini bisa terus berkembang dan bisa mengurangi masalah kebanjiran di ibukota. Teknologi ini termasuk teknologi yang unik, yang bisa "memandulkan" partikel dalam awan sehingga dapat menunda bahkan membatalkan hujan.



4G LTE di Indonesia Tinggal Tunggu Keputusan Regulator

JAKARTA - Jaringan seluler super cepat generasi keempat (4G) Long Term Evolution (LTE) di Indonesia dikatakan sudah siap dari berbagai aspek. Berdasarkan pendapat analis, peluncuran 4G LTE hanya tinggal tunggu keputusan pihak regulator.

Pengamat telekomunikasi Teguh Prasetya mengatakan Indonesia sudah siap untuk mengoptimalkan jaringan 4G LTE. Teguh menjabarkan kesiapan Indonesia dalam menjalankan jaringan 4G LTE terbagi dua, yakni market device atau perangkat yang ada di pasaran dan layanan.

"Dilihat dari market device, sebagian perangkat di Indonesia sudah mendukung untuk jaringan 4G. Smartphone dan tablet keluaran terbaru banyak yang sudah menyediakan frekuensi untuk 4G," kata Teguh kepada Okezone melalui sambungan telepon, Jumat (11/10/2013).

Sedangkan aspek yang kedua yakni dari sisi layanan, Teguh melanjutkan, bergantung pada operator telkomunikasi di Indonesia. Menurutnya, beberapa operator besar di Indonesia sudah mempersiapkan konektivitas 4G LTE dan melakukan tahap uji coba. "Selain operator, aspek layanan juga bergantung pada regulator. Nah, keputusan akhir ini tinggal di tangan regulator," Teguh menjelaskan.

Teguh menilai masyarakat Indonesia sudah siap jika jaringan 4G LTE jadi diterapkan. Kesiapan dari perangkat maupun biaya jaringan di operator. Menurut Teguh, banyak ponsel pintar keluaran terbaru yang sudah menyediakan jaringan 4G LTE dengan harga yang tak begitu mahal. Dari sisi tarif operator telkomunikasi pun, paling tidak tak melonjak terlalu jauh dari tarif layanan 3G yang sudah ada saat ini. "Sekarang saja tarif bundling untuk 3G paling murah Rp25 ribu, kan? Kalau nanti 4G hanya akan naik beberapa puluh ribu saja," tutup Teguh.


ANALISIS : Masalah koneksi lambat di Indonesia sudah menjadi hal yang biasa, memang ada layanan yg menawarkan koneksi yang jauh lebih baik, namun sayangnya mahal. sekarang ini jaringan generasi ke 4 (4G) akan memasuki Indonesia, menurut saya ini merupakan suatu kemajuan untuk Indonesia, merasakan teknologi generasi 4, hanya saja, tarif untuk 4G akan lebih tinggi dibanding 3G. dan juga blum semua smartphone mendukung jaringan 4G ini.

SUMBER : http://techno.okezone.com/read/2013/10/11/54/880315/4g-lte-di-indonesia-tinggal-tunggu-keputusan-regulator

Seperti inilah perkembangan teknologi smartphone di masa mendatang

Smartphone adalah salah satu modia teknologi yang paling cepat perkambangngannya. Dalam beberapa tahun belakangan, perkembangan smartphone telah mengalami lompatan yang luar biasa dalam aspek apa pun. Terutama aspek hardware, berbagai pabrikan ponsel pintar di seluruh dunia juga telah berhasil melangkah begitu jauh. Bila dianalogikan, maka perkembangan teknologi secara keseluruhan sungguh sangat sulit untuk dibayangkan.
Di balik segala perkembangan teknologi tersebut, kita tentu harus mempunyai sebuah standar tersendiri. Standar-standar tersebut diharapkan akan membantu kita dalam memilih berbagai gadget yang telah dan akan muncul di tahun-tahun berikutnya, seiring dengan perkembangan teknologi yang tiada hentinya. Tentu saja penetapan standar pribadi yang Anda akan tetapkan harus berdasar pada pemakaian teknologi sesuai dengan kebutuhan Anda.



Pertanyaannya adalah: Apakah Anda siap untuk menyambut teknologi-teknologi terbaru yang kini tengah bersiap-siap untuk “menyerbu” ke kehidupan Anda?
Berikut adalah enam prediksi mengenai perkembangan teknologi smartphone, menurut situs Time.
Layar 1080 full HD
Ketika Anda berpikir bahwa sebuah ponsel pintar tidak akan memiliki sebuah perubahan dalam ukuran pixel pada layarnya, maka kini adalah saatnya Anda untuk menghentikan pemikiran tersebut.
Baru-baru ini, perusahaan LG telah mengumumkan bahwa mereka akan merilis sebuah ponsel dengan layar berukuran 5 inchi dan disertai dengan resolusi 1920×1080 pixel. Rencananya, pabrikan asal Korea Selatan tersebut akan melemparkan produk terbarunya tersebut ke pasaran pada pertengahan tahun kedua 2012.
Bila ponsel ini benar-benar dirilis, maka ini bisa saja menjadi pertanda bahwa era phone-tablet hybrid telah dimulai. Lagipula, para konsumen juga merasa bahwa mereka tetap merasa nyaman walaupun memegang handset raksasa.
Prosesor Quad-Core
Prosesor dengan empat inti saat ini telah menjadi primadona di kalangan pengguna smartphone. Nvidia Tegra Quad-Core adalah satu dari banyak prosesor yang mempunyai kekuatan yang cukup bisa diandalkan. Namun sayangnya, prosesor ini cukup jarang ditemukan di ponsel-ponsel pintar di Amerika Serikat. Pasalnya, Nvidia Tegra tidak mendukung jaringan 4G LTE.

Mengetahui kekurangannya tersebut, Nvidia kini berintegrasi dengan Icera, salah satu provider seluler yang mampu mendukung jaringan 4G LTE dan telah tervalidasi oleh AT&T. Sementara itu Qualcomm menyebutkan bahwa mereka kini sedang mengembangkan chip empat inti dan chip provider seluler yang bisa terhubung dengan jaringan LTE pada pertengahan kedua tahun 2012.
Mellihat perkembangan tersebut, diprediksi pada tahun-tahun mendatang akan terjadi sebuah ledakan pada pemakaian software, terutama bagi ponsel berbasis Android.

Menghubungkan Telepon dan TV
Ketika ponsel telah berhasil menggeser kebiasaan dan bahkan kebudayaan, maka tak heran bila pada akhirnya kita akan sangat bergantung pada sebuah ponsel. Saat ini saja, kita kerap menyimpan berbagai gambar, musik, dan video di dalam ponsel. Tetapi, akan tiba saatnya dimana kita butuh sarana untuk menampung dan memamerkan dokumen-dokumen video dan musik tersebut.
Apple adalah pihak yang pertama kali mewujudkan gagasan tersebut. Lewat produknya, Apple AirPlay dan Apple TV, kini kita bisa menonton dan melihat gambar-gambar yang tersimpan di dalam ponsel kita. Melihat dari keberhasilan Apple, kini kita bisa menunggu perusahaan-perusahaan teknologi lainnya untuk membuat media-media yang bisa menampilkan video kenangan kita langsung dari ponsel.
Samsung Galaxy S III telah mengawali langkah tersebut. Dengan menyediakan jaringan Wi-Fi pada ponselnya, perusahaan Korea Selatan tersebut juga akan segera memasarkan sebuah TV yang telah dilengkapi dengan koneksi yang sama dan akan membuat kita menikmati video atau foto langsung dari ponsel.

Waterproof
Air adalah sumber kehidupan kita. Namun, air juga bisa menjadi musuh kala kita sedang menggenggam atau menaruh smartphone di atas meja restoran. Kini, Anda tidak perlu lagi takut bila ponsel Anda harus tersiram air akibat kelalaian seorang pelayan restoran.

Beberapa perusahaan kini tengah berlomba-lomba untuk mengembangkan pelapis ponsel tahan air. Mereka terus-menerus berusaha untuk membuat berbagai pelapis terbaik demi menjaga ponsel Anda dari siraman air. Istimewanya adalah desain dari pelapis-pelapis tersebut yang luar biasa.
Disebut luar biasa karena saat ini perusahaan-perusahaan tersebut telah berhasil memproduksi pelapis tahan air yang sangat tipis. Begitu tipisnya sehingga kita bisa menggunakannya tanpa harus menambahkan berat beban dari ponsel itu sendiri atau bahkan membuat ponsel tersebut terlihat menjadi lebih gemuk.

Jangan heran bila teknologi ini menjadi trend dalam beberapa tahun ke depan.


ANALISIS : Belakangan ini era Smartphone "Layar Sentuh" berkembangan sangat pesat, beragam fitur fitur dan mobilitas tinggi dalam satu perangkat. para produsen smartphone berlomba-lomba dalam menciptakan smartphone dengan kelebihannya masing masing. memiliki smartphone, sudah seperti memiliki komputer yang dimana fitur smartphone sudah mempunyai fitur yang di miliki oleh sebuah komputer, namun menurut saya, perkembangan ini terlalu pesat dan terkesan berlebihan, misa smartphone yg berprosesor Quad Core, sebenarnya, itu terlalu berlebihan untuk sebuah smartphone, di tambah, manusia indonesia tidak bisa menggunakan dengan maksimal terhadap smartphone tersebut, masyarakat sini khususnya kalangan muda, hanya di gunakan untuk social media dan aplikasi foto editor.

SUMBER : http://www.teknokers.com/seperti-inilah-perkembangan-teknologi-smartphone-di-masa-mendatang.html#

Kamis, 24 Oktober 2013

Menggunakan Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar

          Meskipun sudah sering didengar, ternyata belum semua orang memahami makna istilah “baik dan benar” dalam berbahasa. Tidak semua bahasa yang baik itu benar dan sebaliknya, tidak semua bahasa yang benar itu baik. Tentunya yang terbaik adalah bisa berbahasa dengan baik dan benar. Untuk dapat melakukannya, perlu dipahami dulu apa yang dimaksud dengan baik dan benar tersebut.
Bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasi. Sebagai alat komunikasi, bahasa harus dapat efektif menyampaikan maksud kepada lawan bicara. Karenanya, laras bahasa yang dipilih pun harus sesuai.
Ada lima laras bahasa yang dapat digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuai derajat keformalannya, ragam tersebut dibagi sebagai berikut.

  1. Ragam beku (frozen); digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan.
  2. Ragam resmi (formal); digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato, rapat resmi, dan jurnal ilmiah.
  3. Ragam konsultatif (consultative); digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar.
  4. Ragam santai (casual); digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.
  5. Ragam akrab (intimate). digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim.
      
  Bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai  dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan.
Ciri – ciri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut :
1.Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat  yang baku: acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.

2. Penggunaan kata-kata baku. Misalnya cantik sekali dan bukan cantik banget; uang dan bukan duit; serta tidak mudah dan bukan nggak gampang.


3. Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.


4. Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya: /atap/ dan bukan /atep/; /habis/ dan bukan /abis/; serta /kalaw/ dan bukan /kalo/.


5. Penggunaan kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu bertele-tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif: pesan pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis sesuai maksud aslinya.

Sumber: 




contoh “ Penggunaan Bahasa Indonesia secara Baik dan Benar “

         Untuk memahami bagaimana menggunakan bahasa indomesia dengan baik dan benar, terlebih dahulu saya akan memberikan sedikit penjelasan. “Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan sebagai pemakaian kata-kata dalam ragam bahasa yang serasi dan selaras dengan sasaran atau tujuannya dan yang terlebih penting lagi adalah mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar. Pernyataan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu pada ragam bahasa yang dimana memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan biasanya adalah dalam bentuk bahasa yang baku.
Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada suatu kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal, penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi pilihan atau prioritas utama dalam berbahasa. Seperti sudah saya jelaskan tadi, penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Masalah yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain adalah disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa kita sadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal seperti ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak sesuai dan tidak baik.
Contoh nyata dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku:
  • Contoh ketika dalam dialog antara seorang Orangtua dengan anaknya.
    • Orangtua : Gerald! Apa yang sedang kamu lakukan?
    • Gerald : Saya sedang bermain game. Ada apa, bu?
    • Orangtua : Apakah kamu tidak belajar untuk ujian besok?
    • Gerald : Ya, akan saya lakukan setelah saya selesai bermain game, bu.


Contoh Fungsi Bahasa sebagai Alat Komunikasi

      Bahasa adalah alat umum yang telah digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi sejak lama. Dalam kehidupan bahasa digunakan untuk bersosialisasi dengan orang lain antara lain dengan berbicara dan menggunakan isyarat/simbol.
Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli atau menanggapi hasil pemikiran kita.
Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita (dalam arti kita menggunakan kata yang sudah umum).

Contoh :
Percakapan 2 orang,
Ari     : Darimana saja kamu?
Bima : Tadi habis pergi.

Percakapan 2 orang tersebut menggunakan kata sederhana sehingga mudah dimengerti.





Rabu, 03 Juli 2013

BUDAYA ORGANISASI

 BUDAYA ORGANISASI

DEFINISI

Kata "budaya" pertama kali muncul pada tahun 1871. Kata ini kemukakan oleh Edward B. Tylor yang merupakan seorang antropologis. Menurut Tylor, budaya adalah sekumpulan pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat, dan kapabilitas serta kebiasaan yang diperoleh oleh seseorang sebagai anggota sebuah perkumpulan atau komunitas tertentu.
Dan budaya dalam organisasi secara sederhana didefinisikan sebagai nilai-nilai yang dianut serta cara bertindak organisasi berikut para anggotanya terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pihak luar.

Menurut pandangan Davis (1984):“Pengertian budaya organisasi merupakan pola keyakinan dan nilai-nilai organisasionalyang dipahami, dijiwai dan dipraktikkan oleh organisasional sehingga polatersebut memberikan arti tersendiri dan menjadi dasar berperilaku dalam organisasional”. Budaya organisasi merujuk kepada suatu sistem pengertian bersama yang  dipegang oleh anggota­anggota suatu organisasi, yang membedakan organisasi tersebut dari organisasi lainnya.

Menurut Robbins (2003) pengertian budaya organisasi adalah sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi lain. Sistem makna bersama ini, bila diamati dengan lebih seksama, merupakan seperangkat karakteristik utama yang dihargai oleh suatu organisasi. Budaya organisasi berkaitan dengan bagaimana karyawan mempersepsikan karakteristik dari suatu budaya organisasi, bukan dengan apakah para karyawan menyukai budaya atau tidak.

Schein (1981) dalam Ivancevich et.al., (2005) mendefinisikan budaya sebagai suatu pola dari asumsi dasar yang diciptakan, ditemukan, atau dikembangkan oleh kelompok tertentu saat belajar menghadapi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal yang telah berjalan cukup baik untuk dianggap valid, dan oleh karena itu, untuk diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang benar untuk berpersepsi, berpikir dan berperasaan sehubungan dengan masalah yang dihadapinya.

Dari pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi adalah sebuah sistem bersama yang meliputi keyakinan, nilai­nilai dan perilaku kelompok yang membedakannya dengan organisasi lain. Terdapat tujuh karakter utama yang menjadi hakikat dari budaya organisasi seperti inovasi dan pengambilan resiko, perhatian terhadap detail, orientasi terhadap hasil, orientasi terhadap  individu, orientasi terhadap tim serta agresivitas dan stabilitas. 

FUNGSI BUDAYA ORGANISASI

Budaya organisasi memiliki fungsi yang sangat penting. Fungsi budaya organisasi adalah sebagai tapal batas tingkah laku individu yang ada didalamnya.
Robbins (2003) menyatakan bahwa budaya menjalankan sejumlah fungsi di dalam sebuah organisasi, yaitu:
  1. Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas, yang artinya budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dengan organisasi yang lain. 
  2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi. 
  3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan pribadi seseorang. 
  4. Budaya memantapkan sistem sosial, yang artinya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan suatu organisasi dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk apa yang harus dikatakan dan dilakukan oleh para karyawan. 
  5. Budaya berfungsi sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku para karyawan.
Menurut The Jakarta Consulting Group fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
  • Sebagai pengikat seluruh komponen organisasi terutama pada saat organisasi menghadapi goncangan.
  • Sebagai alat untuk menyatukan beragam sifat dan karakter serta bakat dan kemampuan yang beragam yang ada dalam organisasi.
  • Sebagai identitas organisasi
  • Sebagai suntikan energi untuk mencapai kinerja yang tinggi.
  • Sebagai representasi dari ciri kualitas yang berlaku dalam organisasi tersebut.
  • Sebagai motivator yang kuat bagi para anggota organisasinya.
  • Sebagai pedoman gaya kepemimpinan yang sesuai untuk kondisi organisasi yang bersangkutan.
  • Sebagai Value Enchancer


TIPOLOGI BUDAYA ORGANISASI

Pengertian Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan tata kalimatnya (Mallinson dan Blake,1981:1-3).
Tipologi budaya organisasi bertujuan untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas, Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam organisasi.
Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dibagi menjadi :
1. Koersif
2. Remuneratif
3. Normatif

Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe budaya organisasi :

1. Akademi
Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.

2.Kelab
Perusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama tim.

3.Tim Bisbol
Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan juga menawarkan insentif finansial yang sangat
besar dan kebebasan besar bagi mereka yang sangat berprestasi.

4. Benteng
Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.



DAFTAR PUSTAKA :
  • Ismangil Wagiono. A Strategic Management Approach Corporate Culture Organization Culture.2001. Jakarta.
  • Dr. Edy Soetrisno, M.Si, Budaya Organisasi, 2010. Prenada Media Group. Jakarta